Haaaaaaaaa...! Gawaaaatttt,..! Tmenq kcelakaan..! Tngan kanannya ptah..! Duuuhhh, anh2 ae, ngapain jg se kclakaan sgla...? Hufft,. Um..m, q cma bsa d0ain, huhuhu.. Ksian,. Mga cpet smbuh y n0oOni,.
Hufft,..! Kngen.. Msa2 es em pe dlu.. Hehehe,. Liat2 bku knangan ah, bentar y0o (blekz blekzZ, duh ndek mana se bkunya..? Maa, liat bku knanganq pas sMP ndak..? Kumpranggg.. Ah, ktmu jg..!).. Mlem ni q crtain tntng 26 tmen2 es em peq y.. First..! Ahmad alaydrus,, ahmad ne 0rg arab lh0oh, msih ad hbngan darah ma nbi muhammad sAW, dy rumah'e ndek perumahan pakis jali0 bl0k c8 (chatting kalee, hehehe).. Kesannya:p0nd0kan yg penuh dg lika-liku (hehehe, hu'uh mad, bner, pnuh dg lika-liku, huuu, smpe2 q cpek bel0k-bel0k trus, biz bnyk likunya seh, hehehe),. Yg kedua, andy muhammad yusuf, kl0 andy ne ga tw 0rang apa, tp dnger2 msih ad kturunan arab jga, dy rmah'e ndek desa suk0maju (sr0n0 sanaah),. Kesannya:menyenangkan bersek0lah d sini (duuh ndy..! Gubaaab bin 0b0z bin b0'0nk..! Eh, tp bner jg, enk skul ndek sMP unggulan neh, s0alnya ni sekulahan terunik d dunia..!).. Yg k 3, bagus saputra, ni dy slah 1 s0batq, rmah'e ndek payaman (giri, bwi), dket bgt ma sMEPUNG (SMP UNGGLAN), kira2 cman 150 meteran.. Kesannya:this sch0ol is my full c0l0r's life (y jlaslah saap, kan ni skul pling unik, hehehe, bda ma lainnya).. Yg k 4, barru rahman hakim, hehehe, q ga pnya pnjelasan tntng dy, tp yg jlas anak'e ska mengkhayal, hehehe, rmah'e ndek kampung mandar (bwi).. Kesannya:sch0ol in here is very fun (jlaaaas bgtzZ).. Yg k 5, danial fakhrudin, nah ni jg slah 1 s0batq, ank pling anh ndek SmepuNG, hehehe, dy rumah'e ndek kenc0ng (jember).. Kesannya:buatlah hidupmu selalu ceria (perasaan ni pntesnya jdi pesan deh, bkan kesan, hehehe.. Iy02 fan, mentang2 ga prnah sdih, hehehe),. Yg k 6, diyanir khoiril anam, gemezZ, biz lucu se, hehehe, dy rmah'e ndek curah pecak (purw0harj0).. Kesannya:selama kt sekolah di sini, aq banyak dapat pengetahuan (yup, bner nir, q jg, alhmdllah..).. Yg k 7, faholel muktasim billah, huuu, bangkel, nyebelin2, hehehe, dy rmah'e ndek daerah ketapang situ, dpannya kant0r p0lisi kan ada gang, msuk situ, psti ntar ktmu.. Kesannya:n0 thing sch0ol like this (stuju 100 %..! Kan ni skul unik, hehehe).. Yg k 8, fariz fardan fath, k0en j0 ember riz, pnya mulut d jaga baek2, jngn d slah gunain, j0 ska muji-muji aq (hahahakzZ, ge er), dy rmah'e ndek sing0trunan (bwi).. Kesannya:sekolah yg penuh dg tantangan (hahahakzZ, mksudnya pa'an neh,.? Tantangan dri pak satpam..? Hehehe,. Mang kq tu satpam nyebelin, ska cari2 kesalahan murid, pengennya musuhan trus ma mrid, ga m0 damai..! Huu..).. Yg k 9, imam arif, yahuu, ni s0batq jg, tp ni s0bat ska eg0is, s0k pinter jg, huu, hehehe, pizZ mam, peace, dy rmah'e ndek penataban (bwi).. Kesannya:jadikanlah dirimu seperti yg kau mau! (perasaan ne pesan, bkan kesan, hehehe).. Yg k 10, jimmy venesia tampub0l0n, ni tmenq yg prestasi tmbah trus, mkin brtmbah n slalu brtmbah, duh, pngn q kyak dy, dy rmah'e ndek daerah purw0harj0 situ.. Kesannya:sekolah unik hanya satu di dunia (hahahakzZ, stju2, bner2, btul2.!).. Yg k 11, muhammad alfaroby danial ave siena, waduww, namanya panjang amat r0b, ngelebihin namaq, hehehe, ni tmenq yg pling jangkung, um..m udh keturunan kyk'e, rmahnye ndek r0g0jampi, sbelahnya rel kereta, jdi dket bgt ma skulq yg skrng.. Kesannya:persatuan dan kesatuan kuat (sssttt..! J0 bka2 rahasia r0b..! Hehehe).. Yg k 12, muhammad arif rahman hakim, duh kim, s0rry q ga bsa ndek rmahmu lgi, biz jauh bgt se, ndek bajul mati (w0ngs0rej0).. Kesannya:ir0nis..! M0nd0k ya...! Samprit ya...! (y0 iku awakmu, tp kan aq engga', hehehe.. Ir0nis bagimu..),. Yg k 13, muhammad bakhtiar afandi, tiarrr..! Huhuhu, ga jdi wez, bngung m0 ng0m0ng pa'an, hehehe, eiy, dy rmah'e ndek w0n0s0b0 (sr0n0).. Kesannya:sial...! Apez...! Pacaran ketahuan terus..! (hwahahakzZ, kari mesakn0 ar, hehehe,. Slahmu, hehehe).. Yg k 14, m0chammad bagus santoso, tman sebangkuq pas klas 3, smpah, ni ank aliiimmmm bgtz, dy rmah'e ndek mana y0..? Duh, q lupa,. It lh0o, ndek dketnya SmanTA,. Kesannya:jadilah 0rg yg suka beribadah dan bertakwa (perasaan ne pesan deh, bkn kesan, hehehe..). Yg k 15, m0hammad ipnuh hajar, slankers sjati ne..! Rmahnya ndek mandar (bwi), tp d bku knangan ni d tlis ndek gang p0tl0t (prasaan tu gang ad hbngnnya ma slank), hehehe, menunjukkan kl0 dy slankers sjati, hehehe.. Kesannya:buat l0e kabeh akherat tu penting l0...??!! (ni pesan kale, bkn kesan, hehehe).. Yg k 16, muhammad arif aminuddin, jail, huuu, tkang jail, hehehe, dy rmah'e ndek lateng (bwi, bkn rgjmpi).. Kesannya:buat kamu semua, pilihlah sekolah yg bagus (pesan lgi).. Yg k 17, muhammad azmul fauzi, hay0o, a'az skit dengkul mulu kan..? Wah, pertanda sering kyk gtu, hehehe, dy rmah'e ndek kalipur0 (bwi).. Kesannya:boleh nambeng asal masuk surga (pesan dueh..! ?@$%*¡¿).. Yg k 18, muhammad syifaun niam, ni dy s0batq satunya..! Rmah'e ndek bag0rej0 (sr0n0), hehehe, satu-satunya tmenq yg ga bsa maen b0la (sma ma aq, hehehe).. Kesannya:aq
Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 November 2008
Senin, 08 September 2008
Lihat, sapa temanmu...!!!
"Ketahuilah, bahwasannya tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikannya teman, baik dari segi sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut itu. Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta, kedudukan atau sekedar senang melihat-lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi itu bukan tujuan kita. "Apabila engkau berada di tengah-tengah suatu kaum maka pililhlah orang-orang yang baik sebagai sahabat, dan janganlah engkau bersahabat dengan orang-orang jahat sehingga engkau akan binasa bersamanya
"Wanita adalah bagian dari kehidupan manusia, sehingga dia tak akan pernah lepas dari pola interaksi dengan sesama. Terlebih dominasi perasaan yang melekat pada dirinya, membuat dia butuh teman tempat mengadu, tempat bertukar pikiran dan bermusyawarah. Berbagai problem hidup yang dialami menjadikan dia berfikir, meminta pendapat, saran dan nasehat teman adalah suatu hal yang perlu. Maka teman sangat vital bagi kehidupannya, siapa sih yang tidak butuh teman dalam hidup ini..?.
*Namun wanita muslimah adalah wanita yang dipupuk dengan keimanan dan dididik dengan pola interaksi Islami. Maka pandangan Islam dalam memilih teman adalah barometernya, karena dirinya sadar, teman yang baik (shalihah) memiliki pengaruh besar dalam menjaga keistiqomahan agamanya. Selain itu teman shalihah adalah sebenar-benar teman yang akan membawa mashlahat dan manfaat. Maka dalam pergaulannya dia akan memilih teman yang baik dan shalihah, yang benar-benar memberikan kecintaan yang tulus, selalu memberi nasihat, tidak curang dan menunjukan kebaikan. Karena bergaul dengan wanita-wanita shalihah dan menjadikannya sebagai teman selalu mendatangkan manfaat dan pahala yang besar, juga akan membuka hati untuk menerima kebenaran. maka kebanyakan teman akan jadi teladan bagi temannya yang lain dalam akhlak dan tingkah laku. Seperti ungkapan*
*"Janganlah kau tanyakan seseorang pada orangnya, tapi tanyakan pada temannya. karena setiap orang mengikuti temannya".*
Bertolak dari sinilah maka wanita muslimah senantiasa dituntut untuk dapat memilih teman, juga lingkungan pergaulan yang tak akan menambah dirinya melainkan ketakwaan dan keluhuran jiwa. Sesungguhnya Rasulullah juga telah menganjurkan untuk memilih teman yang baik (shalihah) dan berhati-hati dari teman yang jelek. Hal ini telah dimisalkan oleh Rasulullah melalui ungkapannya:
*"Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau menibeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap". *(Riwayat Bukhari, kitab Buyuu', Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)1
Dari petunjuk agamanya, wanita muslimah akan mengetahui bahwa teman itu ada dua macam. Pertama, teman yang shalihah, dia laksana pembawa minyak wangi yang menyebarkan aroma harum dan wewangian. Kedua teman yang jelek laksana peniup api pandai besi, orang yang disisinya akan terkena asap, percikan api atau sesak nafas, karena bau yang tak enak.
Maka alangkah bagusnya nasehat Bakr bin Abdullah Abu Zaid, ketika baliau berkata, " Hati-hatilah dari teman yang jelek …!, karena sesungguhnya tabiat itu suka meniru, dan manusia seperti serombongan burung yang mereka diberi naluri untuk meniru dengan yang lainnya. Maka hati-hatilah bergaul dengan orang yang seperti itu, karena dia akan celaka, hati-hatilah karena usaha preventif lebih mudah dari pada mengobati ". Maka pandai-pandailah dalam memilih teman, carilah orang yang bisa membantumu untuk mencapai apa yang engkau cari. Dan bisa mendekatkan diri pada Rabbmu, bisa memberikan saran dan petunjuk untuk mencapai tujuan muliamu.
Maka perhatikanlah dengan detail teman-temanmu itu, karena teman ada bermacam-macam, ada teman yang bisa memberikan manfaat ada teman yang bisa memberikan kesenangan (kelezatan) dan ada yang bisa memberikan keutamaan. Adapun dua jenis yang pertama itu rapuh dan mudah terputus karena terputus sebab-sebabnya. Adapun jenis ketiga, maka itulah yang dimaksud persahabatan sejati. Adanya interaksi timbal balik karena kokohnya keutamaan masing-masing keduanya. Namun jenis ini pula yang sulit dicari. (Hilyah Tholabul 'ilmi, Bakr Abdullah Abu Zaid halarnan 47-48)
Memang tidak akan pernah lepas dari benak hati wanita muslimah yang benar-benar sadar pada saat memilih teman, bahwa manusia itu seperti barang tambang, ada kualitasnya bagus dan ada yang jelek. Demikian halnya manusia, seperti dijelaskan Rasulullah Shalallahu'alaihi Wassallam :
*" Manusia itu adalah barang tambang seperti emas dan perak, yang paling baik diantara mereka pada zaman jahiliyyah adalah yang paling baik pada zaman Islam jika mereka mengerti. Dan ruh-ruh itu seperti pasukan tentara yang dikerahkan, yang saling kenal akan akrab dan yang tidak dikenal akan dijauhi "* (Riwayat Muslim)
Wanita muslimah yang jujur hanya akan sejalan dengan wanita-wanita shalihah, bertakwa dan berakhlak mulia, sehingga tidak dengan setiap orang dan sembarang orang dia berteman, tetapi dia memilih dan melihat siapa temannya. Walaupun memang, jika kita mencari atau memilih teman yang benar-benar bersih sama sekali dari aib, tentu kita tidak akan mendapatkannya. Namun, seandainya kebaikannya itu lebih banyak daripada sifat jeleknya, itu sudah mencukupi. Maka Syaikh Ahmad bin 'Abdurrahman bin Qudamah al-Maqdisi atau terkenal dengan nama Ibnu Qudamah AlMaqdisi memberikan nasehatnya juga dalam memilih teman: "Ketahuilah, bahwasannya tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikannya teman, baik dari segi sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut itu. Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta, kedudukan atau sekedar senang melihat-lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi itu bukan tujuan kita. Ada pula orang yang berteman karena kepentingan Dien (agama), dalarn hal inipun ada yang karena ingin mengambil faidah dari ilmu dan amalnya, karena kemuliaannya atau karena mengharap pertolongan dalam berbagai kepentingannya. Tapi, kesimpulan dari semua itu orang yang diharapkan jadi teman hendaklah memenuhi lima kriteria berikut; Dia cerdas (berakal), berakhlak baik, tidak fasiq, bukan ahli bid'ah dan tidak rakus dunia. Mengapa harus demikian ?, karena kecerdasan adalah sebagai modal utama, tak ada kabaikan jika berteman dengan orang dungu, karena terkadang ia ingin menolongmu tapi malah mencelakakanmu. Adapun orang yang berakhlak baik, itu harus. Karena terkadang orang yang cerdaspun kalau sedang marah atau dikuasai emosi, dia akan menuruti hawa nafsunya. Maka tak baik pula berteman dengan orang cerdas tetapi tidak berahlak. Sedangkan orang fasiq, dia tidak punya rasa takut kepada Allah. Dan barang siapa tidak takut pada Allah, maka kamu tidak akan aman dari tipu daya dan kedengkiannya, Dia juga tidak dapat dipercaya. Kalau ahli bid'ah jika kita bergaul dengannya dikhawatirkan kita akan terpengaruh dengan jeleknya kebid'ahannya itu. (Mukhtasor Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah hal 99).
Maka wanita muslimah yang benar-benar sadar dan mendapat pancaran sinar agama, tidak akan merasa terhina akibat bergaul dengan wanita-wanita shalihah meskipun secara lahiriyah, status sosial clan tingkat materinya tidak setingkat. Yang menjadi patokan adalah substansi kepribadiannya dan bukan penampilan dan kekayaan atau lainnya. "Pergaulan anda dengan orang mulia menjadikan anda termasuk golongan mereka, karenanya janganlah engkau mau bersahabat dengan selain mereka".
Oleh karena itu datang petunjuk Al Qur'an yang menyerukan hal itu : *"Dan bersabarlah kamu bersama dengan orangĂ‚¬-orang yang menyeru Rabbnya dipagi dan disenja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas"(*Al-Kahfi:28)
"Wanita adalah bagian dari kehidupan manusia, sehingga dia tak akan pernah lepas dari pola interaksi dengan sesama. Terlebih dominasi perasaan yang melekat pada dirinya, membuat dia butuh teman tempat mengadu, tempat bertukar pikiran dan bermusyawarah. Berbagai problem hidup yang dialami menjadikan dia berfikir, meminta pendapat, saran dan nasehat teman adalah suatu hal yang perlu. Maka teman sangat vital bagi kehidupannya, siapa sih yang tidak butuh teman dalam hidup ini..?.
*Namun wanita muslimah adalah wanita yang dipupuk dengan keimanan dan dididik dengan pola interaksi Islami. Maka pandangan Islam dalam memilih teman adalah barometernya, karena dirinya sadar, teman yang baik (shalihah) memiliki pengaruh besar dalam menjaga keistiqomahan agamanya. Selain itu teman shalihah adalah sebenar-benar teman yang akan membawa mashlahat dan manfaat. Maka dalam pergaulannya dia akan memilih teman yang baik dan shalihah, yang benar-benar memberikan kecintaan yang tulus, selalu memberi nasihat, tidak curang dan menunjukan kebaikan. Karena bergaul dengan wanita-wanita shalihah dan menjadikannya sebagai teman selalu mendatangkan manfaat dan pahala yang besar, juga akan membuka hati untuk menerima kebenaran. maka kebanyakan teman akan jadi teladan bagi temannya yang lain dalam akhlak dan tingkah laku. Seperti ungkapan*
*"Janganlah kau tanyakan seseorang pada orangnya, tapi tanyakan pada temannya. karena setiap orang mengikuti temannya".*
Bertolak dari sinilah maka wanita muslimah senantiasa dituntut untuk dapat memilih teman, juga lingkungan pergaulan yang tak akan menambah dirinya melainkan ketakwaan dan keluhuran jiwa. Sesungguhnya Rasulullah juga telah menganjurkan untuk memilih teman yang baik (shalihah) dan berhati-hati dari teman yang jelek. Hal ini telah dimisalkan oleh Rasulullah melalui ungkapannya:
*"Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau menibeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap". *(Riwayat Bukhari, kitab Buyuu', Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)1
Dari petunjuk agamanya, wanita muslimah akan mengetahui bahwa teman itu ada dua macam. Pertama, teman yang shalihah, dia laksana pembawa minyak wangi yang menyebarkan aroma harum dan wewangian. Kedua teman yang jelek laksana peniup api pandai besi, orang yang disisinya akan terkena asap, percikan api atau sesak nafas, karena bau yang tak enak.
Maka alangkah bagusnya nasehat Bakr bin Abdullah Abu Zaid, ketika baliau berkata, " Hati-hatilah dari teman yang jelek …!, karena sesungguhnya tabiat itu suka meniru, dan manusia seperti serombongan burung yang mereka diberi naluri untuk meniru dengan yang lainnya. Maka hati-hatilah bergaul dengan orang yang seperti itu, karena dia akan celaka, hati-hatilah karena usaha preventif lebih mudah dari pada mengobati ". Maka pandai-pandailah dalam memilih teman, carilah orang yang bisa membantumu untuk mencapai apa yang engkau cari. Dan bisa mendekatkan diri pada Rabbmu, bisa memberikan saran dan petunjuk untuk mencapai tujuan muliamu.
Maka perhatikanlah dengan detail teman-temanmu itu, karena teman ada bermacam-macam, ada teman yang bisa memberikan manfaat ada teman yang bisa memberikan kesenangan (kelezatan) dan ada yang bisa memberikan keutamaan. Adapun dua jenis yang pertama itu rapuh dan mudah terputus karena terputus sebab-sebabnya. Adapun jenis ketiga, maka itulah yang dimaksud persahabatan sejati. Adanya interaksi timbal balik karena kokohnya keutamaan masing-masing keduanya. Namun jenis ini pula yang sulit dicari. (Hilyah Tholabul 'ilmi, Bakr Abdullah Abu Zaid halarnan 47-48)
Memang tidak akan pernah lepas dari benak hati wanita muslimah yang benar-benar sadar pada saat memilih teman, bahwa manusia itu seperti barang tambang, ada kualitasnya bagus dan ada yang jelek. Demikian halnya manusia, seperti dijelaskan Rasulullah Shalallahu'alaihi Wassallam :
*" Manusia itu adalah barang tambang seperti emas dan perak, yang paling baik diantara mereka pada zaman jahiliyyah adalah yang paling baik pada zaman Islam jika mereka mengerti. Dan ruh-ruh itu seperti pasukan tentara yang dikerahkan, yang saling kenal akan akrab dan yang tidak dikenal akan dijauhi "* (Riwayat Muslim)
Wanita muslimah yang jujur hanya akan sejalan dengan wanita-wanita shalihah, bertakwa dan berakhlak mulia, sehingga tidak dengan setiap orang dan sembarang orang dia berteman, tetapi dia memilih dan melihat siapa temannya. Walaupun memang, jika kita mencari atau memilih teman yang benar-benar bersih sama sekali dari aib, tentu kita tidak akan mendapatkannya. Namun, seandainya kebaikannya itu lebih banyak daripada sifat jeleknya, itu sudah mencukupi. Maka Syaikh Ahmad bin 'Abdurrahman bin Qudamah al-Maqdisi atau terkenal dengan nama Ibnu Qudamah AlMaqdisi memberikan nasehatnya juga dalam memilih teman: "Ketahuilah, bahwasannya tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikannya teman, baik dari segi sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut itu. Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta, kedudukan atau sekedar senang melihat-lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi itu bukan tujuan kita. Ada pula orang yang berteman karena kepentingan Dien (agama), dalarn hal inipun ada yang karena ingin mengambil faidah dari ilmu dan amalnya, karena kemuliaannya atau karena mengharap pertolongan dalam berbagai kepentingannya. Tapi, kesimpulan dari semua itu orang yang diharapkan jadi teman hendaklah memenuhi lima kriteria berikut; Dia cerdas (berakal), berakhlak baik, tidak fasiq, bukan ahli bid'ah dan tidak rakus dunia. Mengapa harus demikian ?, karena kecerdasan adalah sebagai modal utama, tak ada kabaikan jika berteman dengan orang dungu, karena terkadang ia ingin menolongmu tapi malah mencelakakanmu. Adapun orang yang berakhlak baik, itu harus. Karena terkadang orang yang cerdaspun kalau sedang marah atau dikuasai emosi, dia akan menuruti hawa nafsunya. Maka tak baik pula berteman dengan orang cerdas tetapi tidak berahlak. Sedangkan orang fasiq, dia tidak punya rasa takut kepada Allah. Dan barang siapa tidak takut pada Allah, maka kamu tidak akan aman dari tipu daya dan kedengkiannya, Dia juga tidak dapat dipercaya. Kalau ahli bid'ah jika kita bergaul dengannya dikhawatirkan kita akan terpengaruh dengan jeleknya kebid'ahannya itu. (Mukhtasor Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah hal 99).
Maka wanita muslimah yang benar-benar sadar dan mendapat pancaran sinar agama, tidak akan merasa terhina akibat bergaul dengan wanita-wanita shalihah meskipun secara lahiriyah, status sosial clan tingkat materinya tidak setingkat. Yang menjadi patokan adalah substansi kepribadiannya dan bukan penampilan dan kekayaan atau lainnya. "Pergaulan anda dengan orang mulia menjadikan anda termasuk golongan mereka, karenanya janganlah engkau mau bersahabat dengan selain mereka".
Oleh karena itu datang petunjuk Al Qur'an yang menyerukan hal itu : *"Dan bersabarlah kamu bersama dengan orangĂ‚¬-orang yang menyeru Rabbnya dipagi dan disenja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas"(*Al-Kahfi:28)
Langganan:
Postingan (Atom)